::Menu Fovorite Gakin Indonesia::



Sup adalah masakan yang banyak kuahnya! Itu yang aku tau sejauh ini. Biasanya masakan berkuah ini enak kalau disajikan panas, plus nasi dikit! Kalau banyak-banyak nggak enak!
Aku paling suka Sup Kaki Kambing! Tapi belum tentu makan Sup Kaki kambing setahun sekali! Maklumlah, belum ada alokasi dana untuk beli itu masakan! Mungkin nanti kalau sudah jadi anggota DPR saya akan mengusulkan tunjangan untuk makanan favorite! Wah ide keren tuh! Jadi begini, setiap anggota DPR, baik DPRD kota maupun DPR Daerah dan Pusat dapet tunjangan tambahan berupa tunjangan untuk makanan favorite! Wah mau dunk jadi anggota dewan, duduk, bobok, kalau mau dengerin orang ngomong kalau nggak mau ya diam saja! Kalau mau usul, kalau nggak mau ya diam aja! Kalau mau menolak atau menyetujui hasil rapat kalau ndak mau abstain juga di gaji kok! Udah di gaji –katanya seh kurang- dapet tunjangan pula!
Nah...kembali kepada apa yang disebut Sup Kaki kambing itu, rasanya enak. Enak banget, ada pedes-pesesnya cabe iris tambah enak banget! Trus ditaburi ama itu yang dinamakan bawang mentah di iris kecil-kecil. Wuuuih....enak pokoknya. Silahkan jika anda punya waktu, singgahlah diwarung yang jualan Sup Kaki kambing. Kalau anda darah tinggi, sebagiknya jarang-jarang makan dengan menu ini. Selamat mencoba!
Oh iya lupa, judulnya Menu Fovorite Gakin Indonesia? Hmm...apa ya hubungan antara keduanya? Jadi begini ceritanya;
Dalam sebuah rapat yang cukup besar, yang dihadiri oleh seorang anggota dewam dan puluhan keluarga miskin! Diawal rapat, seorang anggota dewan mengusulkan demikian, “Bapak dan Ibu warga negara yang saya cintai! Warga negara yang saya bela hingga tetesan darah terakhir! Dalam sidang ini kami mengusulkan adanya tambahan tunjangan bagi kami (DPR. Red.) sehingga kami bisa membela rakyat lebih serius lagi! Tambahan tunjangan itu sangat sederhana, hanya penambahan tunjangan untuk makanan favorite” ucapnya diplomastis.
Lalu seorang tukang becak yang hadir menyatakan usulnya! ”Saya setuju Pak Dewan! Apalagi kalau tunjangan itu ditambah dengan tunjangan minuman favorite, jadi kalau anggota dewan pingin menghangatkan badan atau pingin mabok, tinggal telpon aja ke toko minuman terdekat! Mau Mansion House atau Red Lebel atau Bir Bintang yang asli bikinan Inadonesia, atau Heineken yang buatan eropa, kalau nggak Tequila juga bagus untuk kesehatan seksual, biar kalau anggota dewan nggak bisa ereksi nggak perlu cek jauh-jauh ke Singapura!”
“Setuju!” sambut rakyat yang lain yang kemudian di sambut dengan tepuk tangan yang meriah.
Iya, nanti saya uslulkan ide saudara tukang becak!
“Tapi Pak Dewan, kalau anda dapet tunjangan kami dapet apa?” celetuk seorang ibu, yang mungkin dia adalah oposisi paartai anggota dewan itu.
“Anda juga dapet menikmati makanan favorite anda, caranya gampang! Kami akan memintakan tunjungan kepada pemerintah untuk menu makanan favorite! Tapi kita juga harus hemat, kalau bisa memilih menu yang tahan lama, jadi tidak cepat basi dan negara tidak rugi!” kata anggota dewan itu lantang yang langsung disambut tepuk tangan suit-suit hingar para pendukungnya.
“Kalau begitu, menu favorite saya adalah Sup Sandal Jepit!” celetuk tukang becak yang tadi.
Peserta rapat terdiam semunya. Saling pandang san senyam-senyum walau tidak atau apa yang membuat mereka tersenyum.
“Menu apa itu?” tanya anggota dewan yang meminpin raat itu.
“Sup biasa, hanya saja bahannya tidak dari kaki kambing atau daging seperti yang biasa bapak makan, tapi isinya adalah irisan sandal jepit! Jadi kalau basi, tinggal dicuci dan buang kuahnya lalu dimasak lagi! Sup itu juga tidak akan habis karena terbuat dari bahan yang elastis sehingga setelah dikuyah atau di emut sebentar bisa dimuntahkan lagi untuk di masak ulang. Dengan begitu pemerintah tidak akan rugi banyak! Saudara-saudara yang hadir disini juga bisa membuat menu favorite yang lain, semisal: Nasi Goreng Iso Sandal Jepit, Mie Sandal Jepit, Asam Manis Sandal Jepit, Oseng-oseng Sandal Jepit, Rawon Daging Sandal Jepit, Sandal Jepit Goreng Mentega, Nuget Sandal Jepit, Bakso Daging Sandal Jepit, dan menu apapun yang anda sukai.
“Bagus itu! Itu ide cemerlang!” Anggota dewan tersenyum bangga dan mengajak peserta rapat untuk memberika aplause kepada tukang becak yang punya ide cemerlang itu.
.
.
Endik Koesoyo:: Yogyakarta 2008, Menjelang Kampanye::
::
::